Menu

Gelar Coaching Penginputan Data Inovasi ke Aplikasi Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 Hari Ke-4 Sesi II

  • Kamis, 09 Juli 2026
  • 80x Dilihat

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Denpasar kembali melaksanakan Coaching Penginputan Data Inovasi ke Aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 Hari Ke-4 Sesi II sebagai bagian dari rangkaian pendampingan teknis kepada pemerintah desa dan kelurahan dalam rangka meningkatkan kualitas dokumentasi inovasi daerah.

Kegiatan coaching ini diikuti oleh perwakilan dari Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Sanur, Kelurahan Sumerta, Kelurahan Ubung, Desa Dangin Puri Kaja, Desa Dauh Puri Klod, Desa Padangsambian Klod, Desa Peguyangan Kangin, Desa Sidakarya, Desa Sumerta Kaja, Desa Sumerta Kauh, Desa Sumerta Kelod, Desa Tegal Kertha, dan Desa Ubung Kaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap inovasi yang telah dikembangkan dapat terdokumentasi secara baik dan memenuhi indikator penilaian dalam Indeks Inovasi Daerah.

Pada kesempatan tersebut, tim BRIDA Kota Denpasar memberikan pendampingan terkait mekanisme penginputan data inovasi, mulai dari penyusunan deskripsi inovasi, pengisian indikator, pengunggahan dokumen pendukung, hingga pemenuhan bukti dukung (evidence) yang menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik penginputan secara langsung dan berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi.

Melalui kegiatan coaching ini, BRIDA Kota Denpasar berharap aparatur desa dan kelurahan semakin memahami pentingnya pengelolaan data inovasi yang sistematis, akurat, dan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Dokumentasi inovasi yang baik akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah sekaligus menjadi media untuk mendiseminasikan praktik-praktik inovatif yang telah diterapkan di tingkat desa dan kelurahan.

BRIDA Kota Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem inovasi melalui pendampingan yang berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan inovasi yang lahir dari desa dan kelurahan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Kota Denpasar sebagai kota yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.