Menu

Gelar Coaching Penginputan Data Inovasi ke Aplikasi Indeks Inovasi Daerah 2026 Hari Ke-3 Sesi I

  • Rabu, 08 Juli 2026
  • 48x Dilihat

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Denpasar kembali menyelenggarakan Coaching Penginputan Data Inovasi ke Aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 yang memasuki hari ketiga sesi I. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRIDA Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas dokumentasi dan pelaporan inovasi perangkat daerah guna mendukung peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah Kota Denpasar.

Coaching pada sesi ini diikuti oleh perwakilan dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Kecamatan Denpasar Timur, serta Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.

Dalam pelaksanaannya, tim BRIDA Kota Denpasar memberikan pendampingan teknis mengenai mekanisme penginputan data inovasi ke dalam Aplikasi Indeks Inovasi Daerah, mulai dari penyusunan deskripsi inovasi, pengisian indikator penilaian, pengunggahan dokumen pendukung, hingga penyampaian bukti dukung (evidence) yang sesuai dengan ketentuan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik penginputan secara langsung serta berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis dan substansi inovasi yang dihadapi.

Kegiatan coaching ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam menyusun dan mendokumentasikan inovasi secara sistematis, lengkap, dan akurat. Dokumentasi inovasi yang berkualitas diharapkan mampu menggambarkan implementasi inovasi secara komprehensif sekaligus mendukung peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah Kota Denpasar.

Melalui kegiatan ini, BRIDA Kota Denpasar terus memperkuat sinergi dengan seluruh perangkat daerah dan Badan Usaha Milik Daerah dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Diharapkan setiap inovasi yang telah dikembangkan dapat terdokumentasi dengan baik, menjadi praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan daya saing Kota Denpasar.